Sunday, October 2, 2016

here i am .... RECOVERING !!!


Tanpa terasa tetesan butiran basah yang hangat mengalir dari kedua mataku, meresapi kata demi kata alunan lagu Recovering dari sang diva Celine Dion. Terlintas dalam anganku bagaimana pengorbanan dan perjuangannya mendampingi suami  melewati hari demi hari yang penuh dengan perjuangan melawan penyakit yang meskipun akhirnya memisahkannya dengan suami yang sangat ia cintai itu.

I am recovering ...
The faith of a child ...
By a part of my heart ...
I was reckless and wild ...

I am recovering ...
The hope that I lost ...
The part of my soul ...
That paid the cost ...

Sangat berbeda dengan artis-artis yang sering menjual "kisah sedih", lewat lagu terbarunya ini Sang Diva justru memberikan semangat lewat lagunya dengan lirik yang menunjukkan sisi kemanusiaanya. Meski tak menjual air mata, namun lagu yang ditulis oleh Pink ini melarutkan pendengarnya ke dalam emosi untuk bangkit dan kuat meski dengan tetesan air mata.

Enam tahun yang lalu, saya meninggalkan dunia blogging yang sangat saya cintai. Menghilang begitu saja tanpa memikirkan perasaan para sahabat yang  mencari-cari keberadaan saya.  Empat tahun yang lalu dan juga tahun lalu saya mencoba kembali, namun lagi-lagi harus menghilang. Hingga tanpa saya sadari, blog-blog yang saya miliki pun lepas dari kepemilikan saya, namun seakan saya tidak perduli.

Sebagian hanya mengetahui kalau saya menderita suatu penyakit dan sebagian juga berpikir saya menghilang karena sibuk menjalani kehidupan sebagai Pegawai Negeri yang saya lakukan demi memenuhi keinginan kedua orang tua saya. Semuanya tidak salah, namun  juga tidak sepenuhnya benar.

Perjalanan hidup yang jatuh bangun dalam satu dekade terakhir ini menghantarkan saya ke titik kedewasaan yang mungkin sebelumnya belum pernah saya capai. Menjadi pribadi yang tidak lagi mengeluh dan bisa menghadapi kenyataan sepahit apapun adalah titik tertinggi yang telah saya capai hingga saat ini, dengan harapan di hari-hari selanjutnya kedewasaan yang terlambat aku capai bisa kunyatakan dalam kehidupanku,

Belasan tahun yang lalu, saya divonis oleh dokter di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di kota Bandung hanya dapat bertahan hidup paling lama tiga bulan. Saat itu, mulailah kehidupanku yang "hanya ingin menikmati hidup" tanpa perlu memikirkan masa depan. Sifat kekanak-kanakan menghantarkan aku ke dalam glamournya kehidupan dan nikmatnya kenikmatan duniawi. Meski akhirnya saya bisa melewati waktu yang tiga bulan itu karena ternyata saya mendapatkan diagnosa yang salah, namun vonis baru penyakit langka "Sensytive Brain Syndrome" rupanya tidak kalah menakutkannya bagiku sehingga aku menyerah dan terus melanjutkan kehidupan semau gue yang sudah terlanjur saya nikmati. Meski masalah demi masalah muncul, namun saya entengkan dengan mengandalkan kemampuan sendiri.

Masalah demi masalah yang tadinya saya abaikan, justru menjadi bola salju yang mengusik di saat mulai membenahi kehidupanku. Dan lagi-lagi dengan sifat yang belum dewasa yang berlari jauh dan mencoba menghindari tanpa ada keinginan menghadapinya apalagi menyelesaikannya. Hingga Empat tahun yang lalu, "Sensytive Brain Syndrome" mengajak saudara kandungnya "Brain Cancer" mendiami kepalaku yang membuat hidupku kembali berantakan padahal saat itu saya telah berstatus sebagai suami dan sebagai seorang ayah.

Seiring dengan kehidupan yang kacau, keuangan juga ikut-ikutan hancur dan sadisnya saya memanfaatkan kebaikan para saudara dan sahabat yang telah membantu meski akhirnya saya membalasnya dengan sebuah kepahitan. Namun saya selalu menyalahkan keadaan dan menganggap mereka akan selalu memaafkan saya. Sebuah pemikiran yang sangat kekanak-kanakan yang saat ini menghantarkan aku ke dalam jurang penyesalan, namun aku yakin ada saatnya diberi kesempatan untuk memperbaikinya perlahan demi perlahan.

Tiga bulan yang lalu, setelah bertahun-tahun berjuang habis-habisan akhirnya Tuhan yang pernah saya tinggalkan pun memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki segalanya. Momok yang menakutkan dalam kepalaku pun hilang setelah hasil CT Scan pada bulan Juli 2016 kemarin menunjukan kondisi yang baik. Namun rupanya kebahagiaan tidak lama saya nikmati karena pengobatan saya yang bertahun-tahun rupanya melahirkan efek penyakit yang tidak kalah nakalnya. Meningkatnya sel darah putih dalam tubuhku secara drastis menimbulkan kekwatiran akan lahirnya penyakit ganas baru dalam tubuhku. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, saya hanya diijinkan dihinggapi Diabetes dan Jantung Koroner yang ternyata bisa diatasi dengan operasi dan pemakaian obat-obatan seumur hidup. Bersyukur, paling tidak itu yang bisa saya lakukan dan mencoba bangkit demi keluarga dan sahabat yang sangat saya cintai namun telah saya sakiti.

Little by little, day by day
One step at a time
Shake off the devil, oh
Take back my piece of mind
Tell him I love him, yeah
Take back my piece of mind 

Ya, selangkah demi selangkah menyingkirkan iblis yang selama ini menguasai hidup saya, mencoba mengambil alih kembali kepingan-kepingan hati yang mengandalkan Tuhan demi orang-orang yang saya cintai.

Recovering .... itulah yang saat ini ingin saya jalani. Meski sulit dan banyak masalah yang harus diselesaikan namun aku percaya sedikit demi sedikit semua akan Tuhan tuntun selama kita menyerahkan semua ke dalam kuasaNya. Meski masih letih namun aku percaya saya akan bisa pulih karena sebenarnya Derita dan Masalah yang lebih besar telah saya lewati.

Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluar.
Tidak ada derita yang tidak ada akhirnya
Selama kita menjalani dan menghadapinya tidak dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Masih ada saudara... keluarga .. sahabat ... dan Tuhan yang selalu ada untuk kita.